Selasa, 11 Oktober 2011

Memilih Bahan Bos Klep


Dalam penggantian klep standar dengan klep payung lebar harus atur ulang bos klep. Bahan yang bisa menggunakan bos klep standar pabrik atau ganti tujuannya agar batang klep tidak macet bahkan patah.
Secara garis besar ada tiga pilihan, dari ketiga bahan yang paling ngetop itu adalah cast iron, albronch, dan phosforbronze.
Bos klep Cast iron atau  besi ancuran, contohnya bos klep asli pabrik . Basanya untuk mengejar irit digunakan kembali. "namun sebelumnya digunakan bushing supaya bisa dipasang kuat".
Munurut akiang alias Erwin dari bengkel bubut Rudi Jaya Motor, bahan bos klep standart yang di pasang kembali jelas punyakekurangan "head atau kepala silinder hanya sekali pakai sebab ketika pemasangan menggunakan sistem press atau tekan".
Jika sistem press dibongkar kembali dan dipakai lagi, biasanya pada pemasangan ulang akan melenceng "posisi bos klep cenderung bergeser ke luar, karena dging silinder di bagian paling luarlebih tipis oleh karena itu hanya sekali pakai. makanya Akiang menganjurkan pakai bahan Albronch, meski rada mahal namun bisa menghindari gejala batang klep macet. Selain itu juga, kepala silinder bisa dipakai beberapa kaliasalan head tidak mengalami kerusakan yang sangat parah.

Albronch yang sudah diulir


Biar bahan bos klep Albronch bisa dipakai beberapa kali dipasang dengan menggunakan sistem ulir, sehingga bisa dibongkar pasang. Dalam menggunakan bahan Albronch toleransi antara lubang bos klep dengan batang klep bisa dibuat rapat namun tidak akan macet dan klep oblag serta mampu mengurangi tingkat kebocoran. misalnya klep Honda Sonic asli berlogo GH, diameter batang klep in 4,97mm dan ex 4,96mm. Jika menggunakan bahan Albronch yang dilubangi dengan mata bor 4,9mm setelah di reamer dan proses huning batangnya jadi 4,99mm. Artinya kerenggangan klep sangat sempit, yaitu klep hisap 4,99 - 4,97 = 0,02mm sedangkan klep buang 4,99 - 4,96 = 0,003mm. Toleransi klep buang memeang lebih ranggang karena lebih panas dan jika diperkecil lagi batang klep tidak mempunyai cukup ruang untuk pemuaian dan akhirnya terjadi kemacetan pada batang klep dan bos klep.
Pantas saja jika menggunakan  bahan Albronch lebih mahal ketimbang besi ancuran "menurut Akiang, onkos pengerjaan menggunakan bahan Albronch Rp. 600.000, sedangkan jika yang digunkan dari bahan besi ancuran hanya Rp. 500.000
Albronch yang sudah terpasang pada head

Menentukan Diameter Klep Buang

Besarnya klep buang berkisar antara 0.77 sampai dengan 0.80 mm dari besarnya klep hisap, perhitungan ini akn besar pengaruhnya apabila diaplikasikan dengan motor skubek yang mempunyai karakter yang selalu bermain pada rpm bawah.

Jika diameter payung klep hisap 28 mm, maka diameter klep buang bermain pada kisaran 21.56 sampai dengan 22.40 mm, banyak mekanik menyebutkan bahwa ukuran ini terlalu kecil namun dari penjelasan buku penjelasan buku flowbench keluaran Superflow SF-110/120ini sangat bagus. Buku itu menjelaskan, katanya kebanyakan mesin racing yang sudah ada, flow di lubang buang 80% sampai 90% dari besarnya klep hisap. Dari test yang dilakukan, power tidak bisa berkembang jika flow lubang buang lebih besar dari 60% lubang hisap. Dari pada bingun menentukan diameter klep buang ini, nah ini ada angka perbandingan yang telah terui melalui riset seorang mekanik yang mengutip dari buku Four-Stroke Performance Tuning karangan A. Graham Bell bahwa besarnya diameter payung klep buang 0,80 sampai 0,85 diameter klep isap. Jika dari regulasi klep hisap 28 mm tinggal dikalikan saja 0,80-0,85 mm. jika diambil rata-ratanya yaitu 0,82 dikalikan 28 mm yang hasilnya 22,96 atau jika dibulatkan 23 mm.



Dlam hal merubah mesin menjadi gahar tidak boleh sembarangan atau asal-asalan, kadang mekanik mengambil cara gampangnya saja dengan mengaplikasikan klep Honda Sonic yang mempunyai ukuran klep in 28 dan ex 24, maka jelas sangat bertentangan dengan teori yang dijabarkan di atas. Secara teori memakia klep sonic yang payung klep buangnya 24 mm jelas terlalu kegedean akibatnya tenaga di putaran bawah akan terasa ngempos, bagusnya di gasingn atas atau tp speed. 



PWK 24mm
Dalam memilih karburator juga harus teliti pasalnya jika mesin yang mengadopsi diameter klep hisap 28 maka tidak akan cocok dipasang karburator dengan venturi 28 mm. Namun jika memaksakan, pada saat di gas mendadak akan ngok karena flow atau isapan kurang besar terbentur klep yang hanya 28 mm. Menurut riset yang dilakukan karbu bisa ditentukan sederhana, diambil dari buku Four-Stroke Performance Tuning yang mengatakan bahwa diameter venturi karburator 0,85 x diameter payung klep hisap. Jika klep hisap 28 mm maka ukuran venturi karburator 28 x 0,85mm = 23,5mm, akan sangat bagus jika memakai karburator yang berventuri 24mm dari pada yang 28mm.

Jumat, 07 Oktober 2011

Jarak Antar Klep

Jarak antar klep bagusnya sedekat mungkin


Sekarang membahas posisi sudut klep serta jarak antar klep hisap dan klep buang. Berdasarkan pengalaman beberapa mekanik, jarak antara klep hisap dan buang diatur sedekat mungkin aasal jangan sampai bentrok ketika pada saat overlapdan ternyata sangat berpengaruh juga lho...
mari kita simak, untuk menentukan jarak antar klep ketika di pasang di kepala silinder harus memperhatinkan kem yang dipakai. Sebagai panduan misalnya menggunakan kem Kawahara K2 dengan spek lift rat-rata 8,5 sampai 8,7 mm.

Berdasarkan riset Chandra Soepandi dari bengkel bubut Master Tjendana, Bandung untuk jarak pasnya sudut klep hisap dibuat 29 mm sedangkan klep buang 32 derajat " jarak antar klep 4mm, ketika overlap masih ada sisa 0,8 mm.
Chandra juga pernah mencoba langsung di Suzuki Skywave 125. Katanya bisa diaplikasikan piston 57 mm misalnya milik Suzuki Thunder yang berkapasitas 180cc, bisa pasang klep Honda Sonic 28/24 mm. Sudut klep isap 23,5 derajat dan buang 25,5 derajat. Jika mau pasang klep yang lebih besar juga bisa, aplikasi klep EE dengan sudut klep hisap 22 derajat dan klep buang 24 derajat sedangkan untuk jarak antar klep dipatok 4 mm. Munurut Chabdra yang perlu hati-hati di Honda Vario. Berdasarkan pengalaman, jika ganti klep ukuran besar kerap bermasalah, itu karena menggunakan sistem pendingin air maksimalnya memakai klep hisap 28 mm dan klep buang 24 mm dengan jarak antar klep 4 mm.
Kesimpulannya dalam mematok jarak antar klep bagusnya serendah mungkin. Jika kurang dari 4 mm lebih bagus "efeknya tenaga mesin juga bagus". Selain itu, semakin dekat jarak antar klep  maka dipastikan dapat juga bikin mesin adem (tiadk berisik) sehingga leher knalpot tidak membara serta panas mesin bisa terjaga.

Kejadian knalpot membara akibat jarak antar klep kelewat renggang pernah dialami skubek darg yang berkapasitas besar (250 cc), kalu di skubek road race yang hanya berkapasitas 150 cc memang tidak sampai membara, tetapi suhu mesin melonjak drastis. Untuk lebih bagusnya menggunakan head yang jarak antar klepnya berdekatan akan lebih adem dan tidak mudah jebol atau overheating